Posts

Kyai As'ad, Pahlawan dan NU

Image
9 November 2016 yang lalu, KH.R. As'ad Syamsul Arifin (Pengasuh Ke-2 P2S2) ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sehari setelah ditetapkan, Indonesia memperingati hari pahlawan. Tentu bagi saya, sebagai bagian dari Alumni dan Santri Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS)se Nusantara merupakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Meskipun tanpa pengakuan dan penetapan sekalipun dari Negara sebagai Pahlawan Nasional, sesungguhnya Kyai As'ad tetaplah punya tempat di hati kami kaum santri, khususnya warga NU di manapun berada. Karena disamping beliau dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, beliau juga bagian dari ulama' yang punya andil besar dalam pendirian organisasi Nahdhatul Ulama' (NU). Organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan secara struktural sudah ada diberbagai Negara di dunia. Dalam konteks NU dan sejarah kelahirannya, menurut banyak riwayat, bahkan pengakuan beliau sendiri, pada saat masih hidup ( rekaman pidato pakai bahasa Madura hingga saat ini bisa ditemuka

Mengajar dan Belajar pada anak

Image
Banyak hal yang tidak kita sadari menjadi contoh dan ditiru oleh anak-anak kita. Sehingga apapun yang dilakukan oleh orangtua, maka itulah perilaku anak-anak kita. Disinilah sebenarnya, masa depan anak itu bisa dilihat, bahkan bisa diarahkan. Baik dan buruk seorang anak, ditentukan oleh orangtuanya. Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa, setiap anak dilahirkan dalam keadaan bersih (fitrah), bergantung kedua orangtuanya, mau menjadikan apa. Ia juga seperti sehelai kertas putih, dimana orang tua bebas mau menuliskan apasaja pada anak-anaknya. M. Kafa Billahi Fauzi, saya biasa memanggilnya, Kafa. Adalah anakku yang pertama, aku belajar banyak pada anak ini. Dimana kekuranganku sebagai orang tua (ternyata lebih banyak kurangnya), minimal bisa kulihat dan berharap bisa diperbaiki nantinya, darinya. Ibarat cermin, anak-anak kita adalah cermin sesungguhnya. Kuperhatikan, beberapakali peristiwa, secara tidak kusadari, dia melakukan sesuatu diluar dugaan. Khususnya soal sedekah. Kalau b

Aku adalah Pengorbanan Ibuku

Semua orang pasti dilahirkan dari rahim ibunya, melalui proses panjang penuh penderitaan dan sengsara, ibu mengandung anak-anaknya. Itulah mengapa, Tuhanpun memberikan penghargaan tinggi pada setiap ibu, bahkan surga diletakkan dibawah kakinya. Bagaimana mungkin kehidupan ini ada tanpa ibunda. Jelang akhir tahun, tepatnya 21 s/d 28 Desember 2015, Tuhan mengantarkan sosok mulia itu ke Bekasi, Jawa Barat, tempat dimana aku bersama istri dan anak-anak-q tinggal saat ini. Bagi kami, tentu kehadirannya sangat berharga, bahkan bait-bait terindah yang pernah dituliskan oleh pujanggapun takmungkin mewakili penghargaan itu. Ibuku, adalah wanita jawa nan sederhana, kuat dan taat beragama. Bahkan, untuk urusan sholat 5 waktu dia sangat keras mengingatkan anak-anaknya. Alhamdulillah, dia sudah menunaikan ibadah haji di tanah suci berkali-kali. Meskipun dia hanya lulusan Sekolah Dasar, anak-anaknya semua adalah Sarjana. Menunaikan ibadah haji lebih dari 2X, bukan karena dia banyak h

THR Berkah bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan sudah sangat dekat, tinggal menghitung hari. Sebuah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh ummat muslim diseluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah ummat Islam. Disamping alasan dogmatis dan spiritual agama, Ramadhan ditunggu-tunggu oleh kalangan buruh karena pada bulan tersebut ada momentum “ sakral ” dibagikannya  Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai hak pekerja dan kewajiban setiap Pengusaha . Tunjangan Hari Raya (THR) rupanya tidak hanya ditunggu-tunggu buruh swasta. Kalangan buruh Negeri (Baca: Pegawai Negeri Sipil) juga menantikan hal yang sama. Bahkan Presiden SBY dalam rangka ini telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2013 tentang Gaji ke-13. Selain Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang berhak mendapatkan gaji tersebut adalah Presiden SBY jajaran dibawahnya hingga anggota DPR. Bagi kalangan buruh/pekerja, THR menjadi harapan tersendiri ditengah lilitan ekonomi sebagai akibat kebijakan kenaikan

DPR: Panggil Paksa Dahlan Iskan

Image
“Kalau panggilan kelima tidak datang, maka kita akan minta buruh untuk menyeret Dahlan Iskan”  (Ribka Tjiptaning, Ketua Komisi IX DPR RI) Ratusan pekerja PT.Graha Sarana Duta (anak perusahaan PT. Telkom Tbk) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Graha Sarana Duta (SEJAGAD)-ASPEK Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI (Rabu,27/11). Aksi tersebut, menurut Triasmoko selaku Koordinator lapangan aksi adalah untuk kesekian kalinya. Dimana sebelumnya, telah dilakukan beberapa kali di depan PT. Telkom. Saat ini kita masih menginap di Komnas HAM bersama dengan skitar 378 pekerja. Kita berharap, panggilan dari DPR RI Komisi IX terhadap beberapa Perusahaan BUMN seperti PT. Telkom, PT. PLN, PT. Pertamina, PT. Dirgantara, dan juga anak perusahaan PT. Telkom yaitu PT. Graha Sarana Duta, bisa dipenuhi untuk penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan. bahkan Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN telah dipanggil beberapa kali namun tidak datang lagi. Kata Trias. Menurut Sabda

Kemenangan HOSTUM, Kemenangan kaum Buruh!

Image
"Hari ini ASPEK Indonesia Bekasi yg tergabung dalam HOSTUM kembali berhasil membebaskan perbudakan..." Demikian pesan singkat melalui HP (sms) dari brother Suherman (SP Linfox) yg baru saja aku terima. Sontak, demam dan panasku jadi reda-untuk tidak mengatakan kembali sehat n bugar-kebetulan memang barusaja di kerokin istri tercinta gara-gara masuk angin. HOSTUM adalah singkatan dari " Hapuskan Outsorcing dan Tolak Upah Murah ", merupakan Gerakan buruh di Bekasi yg sangat fenomenal dan progresif setelah Buruh Bekasi Bergerak untuk isu Upah Murah Kabupaten. di Inisiasi oleh kawan-kawan FSPMI, FKI-SPSI dll. Betapa tidak, akibat gerakan ini, puluhan Pabrik/Perusahaan telah dibebaskan budaknya. Artinya, beberapa pekerja Outsorcing ataupun Pekerja kontrak telah dibebaskan menjadi Pekerja Tetap. HOSTUM tidak pernah berhenti, setiap hari melakukan aksi, dari satu pabrik ke pabrik lainya. Semacam arisan. saat dipabrik tertentu masih tercium adanya perbudakan baru, d

Penetapan UMP 2012, Masih Tarik Ulur*

Image
Penentapan Upah Minimum Propinsi (UMP) 2012, oleh Gubernur Fauzi Bowo tinggal menunggu hitungan hari. Saat ini, Dewan Pengupahan DKI Jakarta tengah membahas dan akan segera menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari hasil survey di 10 pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta. Menurut Encep Supriyadi, salah satu team survey dari Serikat Buruh, survey pasar telah dilakukan sebanyak delapan kali. Dan terakhir ditemukan angka KHL sebesar Rp. 1.559.000 ( Satu Juta Lima Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Rupiah ). sebesar inilah yang dikeluarkan oleh seorang pekerja lajang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari di kota metropolitan ini. Beberapa aktivis buruh Forum Buruh DKI Jakarta, yang terdiri dari lintas Serikat Buruh Nasional mengaku kaget dan cukup kecewa terhadap angka KHL tersebut. Tidak cukup disitu, terakhir kali sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta yang dilaksanakan di Disnakertrans DKI Jakarta lantai 2, pada hari Rabu (12/10) kemarin, Badan Pusat Statistik (B